Perumda Wawowonua Resmi Kelola Pabrik Penggilingan Padi Konawe Selatan
KENDARINEWS.COM–– Pemerintah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) resmi menunjuk Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Wawowonua untuk mengelola Pabrik Penggilingan Padi (Rice Milling Plant/RMP) di Desa Puunangga, Kecamatan Lalembuu.
Penunjukan ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Konsel dengan Perumda Wawowonua.
Pabrik yang menelan biaya hampir Rp 10 miliar ini dibangun bertahap sejak 2021 menggunakan APBD Murni dan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat. Pembangunannya merupakan bagian dari strategi Konsel untuk mencapai swasembada pangan dan memperkuat ekonomi pasca pandemi.
“Konawe Selatan menjadikan pertanian sebagai prioritas utama, mengingat potensi besar daerah ini dalam menghasilkan gabah,” ungkap Bupati Konsel, Irham Kalenggo.
Ia menambahkan bahwa pembangunan RMP ini merupakan komitmen nyata pemerintah daerah untuk memperkuat sektor pertanian, meningkatkan ketahanan pangan, dan mendukung cita-cita swasembada pangan nasional.
Bupati Irham menjelaskan potensi gabah di Konsel mencapai 20.000 ton per tahun, yang dapat dikonversi menjadi sekitar 18.000 ton beras. Angka ini cukup untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik. “Ini adalah peluang besar untuk memanfaatkan hasil panen lokal, meningkatkan efisiensi distribusi, serta memberikan harga jual yang lebih baik bagi petani,” terangnya.
Bupati juga menekankan pentingnya kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan harga gabah Rp 6.500 per kg sebagai peluang bagi petani.
“Untuk itu, saya mengajak semua pihak… untuk mendukung, menjaga dan memanfaatkan fasilitas ini demi kemajuan pertanian Konawe Selatan menuju Konawe Selatan yang Sehat Cerdas dan Sejahtera (SETARA),” tegas Irham Kalenggo.
Ke depan, pabrik ini akan memproduksi beras berkualitas tinggi dengan merek “SETARA”, sebagai langkah strategis untuk menciptakan identitas beras lokal yang unggul dan berdaya saing di pasar regional dan nasional.
Plt. Kepala DTPHP, Syamsul, menjelaskan bahwa RMP dilengkapi dengan sarana pascapanen terintegrasi, kapasitas dryer 30 ton, dan kapasitas produksi beras 4 ton per jam. Konsel memiliki luas baku sawah 19.543 hektar, dengan sebagian besar ditanami dua kali setahun. Potensi produksi gabah tersebar di berbagai kecamatan.
Syamsul juga menyampaikan bahwa meskipun pembangunan fisik telah selesai, masih ada beberapa kekurangan yang perlu ditangani, seperti penambahan dan perbaikan fasilitas di sekitar bangunan untuk mencegah genangan air, pagar pengaman, instalasi listrik, rumah sekam, dan penguatan ekosistem pertanian dari hulu ke hilir.
Peresmian pabrik dihadiri oleh berbagai pejabat daerah, perwakilan Bulog, dan perwakilan kelompok tani.
